Jumat, 10 Januari 2014

Puisi




AWAL MULA DUNIA BARUKU
Karya : srilangihsrinagaise
Luar biasa, tapi aneh!!!!!!
Itulah yang pertama terpecik di mulut ini
Gedung-gedung kampus menjulang tinggi, bergenting merah menyilaukan mata
Beribu-ribu orang berlalu lalang tak ku dikenal dan tak mengenalku
Semuanya terasa berbeda dari dunia pertamaku
 Hingga membuatku seperti kura-kura bersembunyi dalam tempurung

Angin berhembus membawakan teka -teki untukku,,,,
Gerombolan kata-kata melayang-layang di atmosfer membentuk suatu kalimat pertanyaan
Sanggupkah kau beradaptasi dengan dunia baru yang akan kau geluti ini?
Apakah jalan yang sudah kau ambil ini tepat buatmu menjemput impianmu?
Dan mampukah  kau bertahan dengan keadaan yang seperti ini, jauh dari keluarga? dan kau akan hidup sendiri!

Pertanyaan ini seakan siap meracuni pemikiranku,,,,
Tapi inilah kenyataanya dia mampu melumpuhi  mesin andalanku
Termenung cukup lama tanpa bertindak
Terus,,,,,terus,,,,,,,terus seperti itu

Butir-butir air hujan menetralkan segala ancaman yang menyelimutiku
Kuterbangun dari lamunan panjangku
Terasa bergetar seluruh penopan badan ini, menandakan jiwa ini tak selemah dari kenyataanya
Kucoba mencerna segala pertanyaan itu, hingga akhirnya aku mampu menjawab dan melewatinya
sungguh  aneh namun akhirnya indah tak terbataskan,,,,





KETULUSAN
Karya : muliyani

Sejak kecil ia menyayangiku dan memajakanku
Apapun yang ku inginkan selalu ia kabulkan
Terkadang ia bangun dari tidurnya karena diriku
Makan tak teratur,tidur pun tak nyenyak
Inilah ibuku yang selalu ada untukku

Ibu yang tulus merawatku hingga ku dewasa
Meskipun letih ia selalu bahagia di depanku
Ketelusan hatinya membuatku terharu akan kebaikan serta pengorbananya
Ibu,yang tak pernah mengharap apapun dari anaknya
Sungguh mulia hatimu ibu…..


Ibu………
Bagaimana ku bisa membalasmu?
Cara apapun ku lakukan takkan bisa terbayar oleh ketulusanmu kepadaku
Ibu,hanya doalah yang bisa saya panjatkan untukmu
Semoga ketelusanmu akan terbalas oleh Allah swt  




                                       ALAM
Perkenalkan, nama aku adalah  alam
Aku adalah tempat tinggal  bagi flora dan fauna
Dimana bagi hewan aku adalah rumah mereka
Tempat mereka bertumbuh , berkembang biak dan mencari  makan
Melakukan semua aktivitas kehidupan alam

Bukan hanya hewan
Tumbuhan pun merasakan hal yang sama
Bagiku, tumbuhan adalah perhiasanku
Dan hewan , adalah peliharaanku

Aku juga selalu memberi kesejukan bagi penduduk bumi
Aku memberikan oksigen bagi manusia
Aku juga memberikan sumber daya bagi mereka
Memberikan energi, kekuatan, perhiasan dan segala yang  mereka butuhkan

Semua  itu ada pada saat bumi masih dalam keadaan stabil
Ketika bumi  tidak dipenuhi orang-orang  serakah
Menggunakan sumber dayaku sesuai kebutuhanya saja

Tapi kini,,,,,
Manusia hanya memikirkan kepentingnya sendiri
Mereka tak pernah memikirkan aku
Mereka selalu  ingin lebih atas apa yang  telah  di beri oleh-Nya
Ketamatan, kerakusan, dan pemborosan
Telah membawaku  kepada  kerusakan

Lihat apa yang  telah  mereka perbuat kepadaku
Setelah apa yang aku berikan  pada  mereka
Mereka membalasnya dengan merusakku
Menebang   pohon-pohonku
Memberi polusi padaku
Memburu hewan-hewanku
Dan merusak ozonku
Dengan zat-zat yang dulu tak pernah ada di bumi ini

Adakah kau mendengar
Jeritan nyawa melayang terkikis harapan
Air, angi n, tanah menangis
Tak kuasa melawan kepedihan yang kau tarikan atas kepuasanmu

Sungguh perih hati ini rasanya
Apakah tak ada kesadaran sedikit pun di hati mereka??
Apakah tak ada rasa iba mereka atas rusaknya diriku??
Sungguh dan sungguh sangat miris hati ini





DOSA
Karya : muliyani

Engkau lahir di dunia ini dalam keadaan suci bersih dari dosa
Kulitmu putih bersih tak ternoda
Mata bulat bersih seakan bersinar menyinari bumi
Setiap yang melihatmu bangga dan bahagia

                                               Doa sang ibu tak pernah pupus sedikit pun
Mengharap engkau tumbuh berilmu dan taat ibadah
Harapan serta mimpi selalu terbayang dalam matanya
Hingga hati tak sabar menantinya

Kini engkau telah tumbuh dewasa
Namun harapan hanyalah sekedar mimpi
Hati yang tulus membesarkanmu kini jadi hancur
Melihat perbuatan yang engkau lakukan

                                                   Di saat keinginanmu tidak terpenuhi
Engkau marah dan meneriakanya
Kewajiban tuhan pun engkau melalaikanya
Hingga air mata ibu bercucuran karena terluka

Anak susah payah di besarkan kini tak berarti
Hidup hanyalah berbuat maksiat dan dosa
Punya hati seperti batu
Sungguh engkau orang yang celaka



KESEHARIAN-KU
Karya : muliyani

Masih terdengar suara ribut serangga di luar petang
Hati terasa bahagia,menyambut pagi  yang penuh harapan
Tak hentinya bersujud,berdoa kepada sang pencipta
Semoga harapan cita-citaku kan dikabulakan

Pagi yang berkabut ini ,ku mulai menimba 2-3 ember tuk bersihkan badan yang berkeringat tak bau sedap
Rasanya segar dinginya air hingga sampai ke tulang
Angin berhembus lemah lembut
Hingga ku merasa membeku seperti es di kutub utara

Sering muncul di benakku perasaan bosan menajalani semua ini
Namun perasaan itu terobati dengan semangat dalam diriku
Inilah diriku seorang anak petani yang hidupnya di desa
Punya impan melebihi tinggi bintang di langit 



CINTA YANG MEMBUATMU BERUBAH
Karya: muliyani
Ku mohon kembalilah dirimu yang dulu……….
Aku kagum dengan pendirianmu dulu
Yang membuatku semangat,
Yang membuatku semakin kuat bersama dirimu

Ku mohon kembalilah saudarku
Engkau tidak seperti dulu
Engkau sekarang mudah dirayu oleh berbagai godaan
Aku benci semua ini

Masih ingatkah perkataanmu dulu
Bahwa engkau akan terus memegang perkataanmu ini
Tapi kenapa engkau mengingkarinya wahai saudaraku
Aku tidak percaya denganmu lagi
Aku tidak melihat dirimu yang dulu
Aku tidak ingat dengan saudaraku dulu
Yang selalu punya pendirian kuat

Kini kumerasa berdiri sendiri
Tak ada lagi penyimbang di hatiku
Kini kumelangkah sendiri
Menyimpan perkataanmu dulu

Sekarang engkau berpaling dariku
Lebih memilih anak orang lain di banding denganku
Membuatku terluka oleh perbuatanmu
Aku tidak ingin denganmu lagi wahai saudaraku


Berangan-angan
Karya : muliyani
Kuberdiri mengintip di sela-sela jendela
Menunjuk menatap langit yang dipenuhi bintang
Kutersenyum ,mengharapkan pertolongan dari Tuhanku ALLAH
Akan keinginan dan impianku terkabulkan

Tuhan……….,
Seperti apakah aku nanti
Akan jadi apakah aku nanti
Yang tak tahu arah menuju impian itu

Sekarang aku hanya bisa berangan-angan
Melihat masa depan yang palsu
Tak kalah ku menangis merintih
Melihat nasibku yang tak pasti

Oh Tuhan………….,
Sulitnya menjalani hidup ini
Kuingin berlari dan menghilang
Melihat harapanku yang tak berujung



PENCARIAN
Karya : muliyani
Disaat ingin melakukan pencarian
Dan jiwa belum memulai melangkah
Beban akan terasa terpenjara dalam kalbu
Hingga muncullah penyakit mematikan

Inilah yang selalu terasa di sepanjang waktu
Dibenakku, beribu-ribu pertanyaan yang tak mampu terjawabkan
Semua ingin kuhempaskan dan kumusnahkan
Namun apa daya kutak mampu mewujudkanya

Tuhan,,,,,,,,,, apa yang  harus aku lakukan
Bagaimana kubisa mencari jalan termuda
Hingga kumenumakan dia

Kupancangkan harapanku pada seseorang
Tapi tak ada reaksi darinya
Tersirat kabar bahwa telah berakhir

Belum kumulai dan belun kucoba
Aku belum mengenal suka duka itu
Tapi kenapa secepat itu kau patahkan harapan dan semangatku
Disaat diriku mulai membangun harapan itu
 




 

 
 


1 komentar: